Makhluq Pertama
روى عبد الرزاق بسنده عن جابر بن عبد الله الأنصاري رضي الله عنه قال: قلت يا رسول الله: بأبي وأمي أخبرني عن أول شيء خلقه الله تعالى قبل الأشياء؟ قال يا جابر: إن الله تعالى خلق قبل الأشياء نور نبيك من نوره
Abdur Rozzaq meriwayatkan dengan sanadnya yang bersumber dari Jabir bin Abdullah Al-Anshari, bahwasanya ia pernah bertanya, “Demi ayah dan ibuku, wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku tentang sesuatu yang pertama diciptakan Allah sebelum yang lain.” Maka jawab Rasulullah, “Wahai Jabir, sesungguhnya Allah telah menciptakan nur nabimu, Muhammad, dari nur-Nya sebelum menciptakan segala sesuatu yang lain.”
إِنِّي عِنْدَ اللَّهِ فِي أُمِّ الْكِتَابِ لَخَاتَمُ النَّبِيِّينَ وَإِنَّ آدَمَ لَمُنْجَدِلٌ فِي طِينَتِهِ دَعْوَةِ أَبِي إِبْرَاهِيمَ وَبِشَارَةِ عِيسَى قَوْمَهُ وَرُؤْيَا أُمِّي الَّتِي رَأَتْ أَنَّهُ خَرَجَ مِنْهَا نُورٌ أَضَاءَتْ لَهُ قُصُورُ الشَّامِ وَكَذَلِكَ تَرَى أُمَّهَاتُ النَّبِيِّينَ صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْهِمْ
Saya ini berdasarkan ketetapan Alloh di Ummul Kitab (Kitab Induk) adalah penutup para nabi, sedangkan Adam masih tergeletak di tanah penciptaannya; (saya adalah) doa yang dipanjatkan bapakku Ibrahim, pengabaran gembira Isa kepada kaumnya, mimpi ibuku yang dia lihat bahwasanya keluar dari perutnya saat melahirkanku cahaya yang menyinari istana-istana Syam. Demikianlah mimpi ibu-ibu para nabi. [Musnad Ahmad]
Jadi Nabi Muhammad telah menjadi Nabi bahkan sebelum Adam diciptakan. Ketika tanah penciptaan Adam belum dibentuk menjadi jasad Adam, Nabi Muhammad telah menjadi penutup para Nabi. Nabi Muhammad adalah jawaban Alloh atas doa Nabi Ibrohim ‘alayhis salam.
رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ.
Ya Tuhan kami bangkitkanlah ditengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-MU dan mengajarkan kitab dan Hikmah kepada mereka dan menyucikan mereka. Sungguh Engkaulah yang Maha Perkasa Maha Bijaksana. [QS. Al Baqarah: 129]
Nabi Muhammad adalah kabar gembira yang Nabi Isa sampaikan kepada bani Israil.
يَأْتِي مِن بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ
Akan datang setelah aku, namanya Ahmad. [QS. ash-Shoff: 6]
Tetapi apabila ia datang, yaitu roh kebenaran, ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab ia tidak akan berkata-kata dari dirinya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarnya itulah yang akan dikatakannya dan ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. [Yohanes 16:13]
وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى. إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى
Dan tidaklah dia berucap menurut keinginannya sendiri. Tidak lain ucapannya itu semata-mata wahyu yang diwahyukan kepadanya. [QS. An-Najm: 3-4]
Dalam Yohanes 16:13 dikatakan bahwa Nabi Muhammad hanya menyampaikan ‘apa yang dia dengar’, bukan dikatakan ‘apa yang dia baca’. Karena Nabi Muhammad adalah Nabiyyil Ummiyy, nabi yang tidak bisa baca tulis.
Berbeda dengan Nabi Isa yang terkadang beliau berkata, ‘Telah tertulis dalam kitab’. Karena Nabi Isa menyampaikan apa yang beliau baca dalam kitab Taurat dan Injil.
Adapun ajaran Nabi Muhammad itu tidak berasal dari Taurat atau pun Injil. Nabi Muhammad hanya menyampaikan firman yang Alloh letakkan pada mulut beliau.
Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. [Ulangan 18:18]
أوحى الله إلى عيسى عليه السلام يا عيسى آمن بمحمد وأمر من أدركه من أمتك أن يؤمنوا به فلولا محمد ما خلقت آدم ولولا محمد ما خلقت الجنة ولا النار ولقد خلقت العرش على الماء فاضطرب فكتبت عليه لا إله إلا الله محمد رسول الله فسكن
Allah mewahyukan kepada Isa ‘alayhis salam: wahai Isa, berimanlah kepada Muhammad dan perintahkanlah ummatmu yang mendapatinya agar beriman kepadanya. Jika bukan karena Muhammad, niscaya Aku tidak akan menciptakan Adam. Jika bukan karena Muhammad, Aku tidak akan menciptakan Surga dan Neraka, Aku menciptakan ‘arsy di atas air, lalu ia menjadi berguncang, maka Aku menulis di atasnya: “Tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah Utusan Allah,” maka ia menjadi tenang. [Mustadrok ‘ala Shohihain no.4285]
Nabi Muhammad adalah mimpi ibunda Aminah, yaitu beliau bermimpi keluar cahaya dari perut beliau yang dengan cahaya itu beliau dapat melihat istana-istana Syam. Demikianlah para ibu dari para nabi juga mendapatkan mimpi. Sebagaimana ibunda dari nabi Musa bermimpi untuk meletakkan nabi Musa yang masih bayi itu di tabut dan dibiarkan terbawa arus sungai, sebagaimana dikisahkan dalam surat al-Qoshosh ayat 7.
Jadi, Nabi Muhammad adalah makhluq pertama. Beliau diciptakan berupa cahaya yang indah. Lalu dari cahaya beliau, Alloh ciptakan segala macam makhluq. Kalau bukan karena beliau, Alloh tidak menciptakan segala sesuatu, termasuk manusia.




