Konsep Nur Muhammad Itu Menyimpang? – Musholla Darul Mu'minin
  • Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah.
Rabu, 13 Mei 2026

Konsep Nur Muhammad Itu Menyimpang?

Konsep Nur Muhammad Itu Menyimpang?
Bagikan

Menurut sebagian kelompok, sholawat yang terkandung di kitab mawlid susunan Sayyid Ja’far al-Barzanji banyak yang menyimpang dan berlebih-lebihan (ghuluw), misalnya sholawat:

وَ أُصَلِّي وَ أُسَلِّمُ عَلَى النُّوْرِ اْلمَوْصُوْفِ بِالتَّقَدُّمِ وَ اْلأَوْلِيَّةِ اْلمُنْتَقِلِ فِي اْلغُرَرِ اْلكَرِيْمَةِ وَ اْلجِبَاةِ

Artinya:
“Aku ucapkan shalawat dan bahagia atas cahaya yang bersifat mula pertama, yang berpindah-pindah di ubun-ubun dahi-dahi yang mulia.”

Menurut lembaga fatwa kelompok tersebut, sholawat ini menyimpang dan berlebihan karena menyiratkan konsep Nur Muhammad, sedangkan konsep Nur Muhammad itu menyimpang menurut mereka.

Benarkah pendapat atau fatwa kelompok tersebut?

Di dalam al-Quranul Karim, Alloh subhanaHu wa ta’ala berfirman:

وَتَقَلُّبَكَ فِى السّٰجِدِيۡنَ

Dan (Alloh melihat) bolak-balikmu pada orang-orang yang sujud. [QS. Asy Syu’aroo’: 219]

Dalam kitab tafsirnya, ibnu Katsir menulis:

وروى الْبَزَّارُ وَابْنُ أَبِي حَاتِمٍ مِنْ طَرِيقَيْنِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ فِي هَذِهِ الْآيَةِ: يَعْنِي تَقَلُّبَهُ مِنْ صُلْبِ نَبِيٍّ إِلَى صُلْبِ نبي حتى أخرجه نبيا

Dan diriwayatkan oleh al-Bazzaar dan ibnu Abi Haatim dari dua jalur periwayatan yang bersumber dari ibnu ‘Abbaas bahwasanya pada ayat ini ma’nanya adalah “pergerakanmu dari sulbi seorang nabi kepada sulbi nabi lainnya hingga melahirkan beliau sebagai seorang nabi.”

Jadi riwayat ini menjelaskan bahwa konsep Nur Muhammad itu bukanlah konsep yang menyimpang. Karena makhluq pertama yang Alloh ciptakan adalah Nur Muhammad, yaitu makhluq mulya yang indah bercahaya yang Alloh namakan Muhammad. Lalu ketika Alloh menciptakan Nabi Adam, maka Alloh letakkan Nur Muhammad itu pada sulbi Nabi Adam. Lalu Nur Muhammad tersebut berpindah dari satu Nabi kepada Nabi berikutnya, dari satu ahli sujud kepada satu ahli sujud berikutnya, bolak-balik melalui pernikahan yang suci dari sulbi yang suci kepada rahim yang suci, dari rahim yang suci kepada sulbi anaknya yang suci, lalu ke rahim suci isterinya, dan terus begitu hingga kepada sulbi suci Sayyidina Abdulloh bin Syaibah (Abdul Muththollib), lalu ke rahim suci Sayyidah Aminah yang melahirkan Nur itu sebagai seorang Nabi.

Diriwayatkan secara mursal dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam

خرجت من نكاح ، و لم أخرج من سفاح ، من لدن آدم إلى أن ولدني أبي و أمي ، لم يصبني من سفاح الجاهلية شيء

“Aku dilahirkan dari pernikahan yang suci, dan tidaklah aku dilahirkan dari penjahat (pezina ataupun orang kafir), sejak Adam sampai aku dilahirkan ibu bapakku, dan tidak menyentuhku kejahatan jahiliyyah sedikit pun.”

Berarti Nabi Muhammad itu dilahirkan dari ibu bapak yang suci dari perzinahan dan kejahiliyyahan ataupun kekafiran dan kesyirikan, begitu pula kakek nenek dan moyang-moyang beliau adalah laki-laki dan perempuan terhormat dan ahli sujud.

Jadi tidak benar jika dikatakan bahwa ibu bapak Nabi Muhammad itu di neraka. Adapun yang di neraka itu adalah paman beliau yang kafir seperti Abu Lahab. Bukan hal aneh untuk menyebut paman dengan sebutan bapak. Sebagaimana Azar pun bukanlah ayah kandung Nabi Ibrohim, melainkan pamannya Nabi Ibrohim. Sebagaimana Nabi Isma’il bukanlah ayah kandung nabi Ya’qub, tetapi pamannya Nabi Ya’qub, tetapi anak-anak nabi Ya’qub menyebut Nabi Isma’il dan Nabi Ibrahim sebagai ayahnya Nabi Ya’qub. Padahal Nabi Ibrohim adalah kakeknya Nabi Ya’qub.

نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا

Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya. [QS. al-Baqoroh: 133]

Maka jelaslah bahwa Nabi Muhammad lahir dari laki-laki dan perempuan ahli sujud, dari manusia-manusia terbaik di zamannya, dan bukan dari manusia jahil, kafir atau pun musyrik.

بعثت من خير قرون ابن آدم ، قرنا فقرنا ، حتى كنت من القرن الذي كنت فيه

“Aku dibangkitkan dari keturunan bani Adam yang terbaik di kurunnya, kurun demi kurun, hingga sampai pada kurun dimana aku dilahirkan.” [Shohih Bukhari No.3557]

إنَّ اللهَ اصطفَى كِنانةَ من ولدِ إسماعيلَ . واصطفَى قريشًا من كنانةَ . واصطفَى من قريشٍ بني هاشمَ . واصطفاني من بني هاشمَ

“Allah telah memilih Kinanah dari keturunan Isma’il, dan memilih Quraisy dari keturunan Kinanah, dan memilih dari keturunan Quraisy itu Bani Hasyim, dan memilih aku dari keturunan Bani Hasyim.” [Shohih Muslim No.2276]

Maka jelaslah bahwa dunia ini tidak pernah kosong dari ahli sujud, ahli iman. Kalau pun kekafiran dan kesyirikan menutupi seluruh bumi, namun masih tersisa moyang Nabi Muhammad yang tetap beriman dan mengesakan Alloh. Pada sulbi dan rahim suci mereka itulah Alloh pindah-pindahkan Nur Muhammad. Mereka adalah pemilik dahi-dahi mulya, dahi-dahi para ahli sujud, dahi-dahi saajidiin.

SebelumnyaShalat Tarawih Bersama Camat Mampang PrapatanSelanjutnyaMakhluq Pertama
Musholla Darul Mu'minin
Jl. Bangka Raya Gg. Amal 3 RT.013 / RW.05 Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan
Tahun Berdiri1997